Apa Sih Alirannya Para Teroris? Apakah Mereka Khawarij?

0
3
Assalamu’alaikum Wa Rahmatullah.
Dunia Islam kontemporer mengenal aliran baru yang mengedepankan doktrin jihad sebagai inti ajarannya. Aliran ini muncul karena dorongan politik yang sangat kuat seperti yang terjadi pada aliran-aliran Islam di masa lalu. Lahir karena dorongan politik. Mereka bukan khawarij, namun ada titik kesamaan, selain perbedaannya.
Ada banyak organisasi yang menjadikan jihad sebagai doktrin utamanya. Di antara yang terbesar adalah Al-Qaeda. Organisasi ini didirikan oleh Osama bin Laden dan Abdullah Azzam. Abdullah Azzam melalui buku Tarbiyah Jihadiyah (Pendidikan Jihad) telah meletakkan doktrin jihad sebagai pokok ajaran kelompok. Menurutnya, saat ini umat Islam dalam keadaan terjajah dan wajib melaksanakan jihad. Jihad tidak lagi bersifat fardu kifayah, tetapi menjadi fardu ‘ain. Arti Jihad fardu ‘ain adalah setiap umat Islam wajib melaksanakan jihad di negara masing-masing.
Ajaran ini kemudian berkembang liar karena para pemimpin aliran tersebut menargetkan orang-orang Islam sebagai sasaran jihad. Berikut adalah penilaian Najih Ibrahim, mantan pemimpin Jamaah Islamiyah, Mesir yang telah bertaubat, tentang kekeliruan aliran jihad seperti Al-Qaeda, JI dan lainnya:
1.    Mengadopsi pemikiran takfir (mengkafirkan umat Islam).
2.    Membunuh berdasarkan status kewarganegaraan.
3.    Meyakini warga negara bertanggungjawab atas kebijakan pemerintahnya.
4.    Membuat target yang mustahil dicapai.
5.    Mendorong musuh bersatu memusuhi seluruh umat Islam.
6.    Mengklaim mewakili umat Islam.
7.    Meyakini semua orang Islam sudah rusak.
8.    Hanya meyakini satu model perjuangan, yaitu perang.
Ajaran-ajaran di atas didasarkan kepada dalil-dalil agama, sekalipun sebenarnya adalah urusan politik. Tujuan kedelapan prinsip di atas adalah memberikan pembenaran terhadap nafsu membunuh agar punya landasan dalam ajaran Islam. Menurut sebagian analis, hal itu adalah bentuk Islamisasi radikalisme (Islamisation of radicalism).
Sumber: Harakah Islamiyah disarikan dari pengantar buku “Al Qaeda” karya As’ad Ali
SHARE
Previous articlestrategi melawan radikalisme

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here