JANGAN NODAI KESUCIAN ISLA

0
2

 

Seorang ulama Mesir yang bernama Muhammad Abduh berkata: Al Islam mahjubun bil muslimin,  keindahan Islam tertutup oleh tingkah laku kaum muslimin. Ada sebuah kenyataan yang berbeda dalam tubuh umat Islam,  karena ulah tingkah yang keliru dari sekelompok orang terjangkit pemahaman ghuluw fiddin (ekstrim dalam agama).  Islam yang merupaka ajaran yang Indah berubah menjadi agama yang sangat kejam dan menakutkan.

Sebagai sebuah pengalaman yang pernah saya alami, saya ingin menjadi muslim seutuhnya.  Aqidah yang bersih,  ibadah yang shahih dan akhlak yang mulia adalah sesuatu yang sangat saya dambakan.  Sejak tahun 1984 saya masuk dalam sebuah gerakan Islam yang tujuannya mulia ingin menegakkan kebenaran.  Tanpa sadar dengan doktrin yang kaku akhirnya menghantarkan saya pada kelompok yang berfaham khawarij.  Dimana faham ini sangat mudah mengkafirkan orang lain yang tidak satu kelompok dengannya. Dan mudah mengkafirkan orang yang berbeda pendapat dengannya.

Efek negatif yang muncul adalah kami menyimpulkan orang lain halal darahnya dan juga halal hartanya.  Maka ramailah gerakan – gerakan fa’i (mengambil harta orang “kafir” tanpa peperangan).  Pada akhirnya kami terjebak dalam kelompok yang menghalalkan segala cara untuk mendapatkan dana.  Bahkan gerakan radikal seperti ini sampai hari ini masih berkembang.

Memang ada ayat Al qur’an yang berbicara soal fa’i,  sebagaimana dijelaskan dalam surat Al Hasyr ayat 7:

مَا أَفَاءَ اللَّهُ عَلَىٰ رَسُولِهِ مِنْ أَهْلِ الْقُرَىٰ فَلِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ وَلِذِي الْقُرْبَىٰ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينِ وَابْنِ السَّبِيلِ كَيْ لَا يَكُونَ دُولَةً بَيْنَ الْأَغْنِيَاءِ مِنْكُمْ ۚ وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۖ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

Apa saja harta rampasan (fai-i) yang diberikan Allah kepada Rasul-Nya (dari harta benda) yang berasal dari penduduk kota-kota maka adalah untuk Allah, untuk Rasul, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang dalam perjalanan, supaya harta itu jangan beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu. Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah amat keras hukumannya.

Dalam tafsir ibnu katsir dijelaskan:
Firman Alloh ta’ala ini menjelaskan tentang makna fa’i, sifat dan hikmahnya.  Fa’i adalah segala harta benda yang dirampas dari orang – orang kafir tanpa melalui peperangan dan tanpa mengerakkan kuda maupun unta.  Seperti harta bani Nadhir, dimana kaum muslimin memperolehnya tanpa menggunakan kuda dan unta, artinya mereka dalam hal ini tidak berperang terhadap musuh dengan menyerang atau menyerbu mereka, tetapi para musuh itu dihinggapi rasa takut yang telah Allah timpakan ke dalam hati mereka karena Wibawa Rasulullah saw.  Kemudian Allah memberikan harta benda yang telah mereka tinggalkan untuk Rasul- Nya.

Mari kita teliti dengan benar ayat dan tafsir tentang fa’i,  sangat jelas bahwa fa’i  yang pernah terjadi pada masa Rasulullah saw adalah mengambil harta orang – orang kafir tanpa mengerahkan kekuatan sedikitpun, karena harta itu sudah ditinggalkan oleh mereka.  Namun fa’i yang belakangan terjadi secara masif dikalangan yang mengaku sebagai gerakan islam sudah sangat jauh berbeda. Fa’i dilakukan dengan cara mengerahkan kekuatan dengan senjata dan mendatangi orang yang dianggap kafir untuk dijarah hartanya,  padahal harta itu tidak ditinggalkan oleh pemiliknya. Maka wajar kemudian terbentuklah opini bahwa itu sebuah perampokan bersenjata. Dan memang itu adalah perampokan yang kemudian dibenarkan dengan memaksakan dalil dari Qur’an.  Maka akhirnya tercemarlah keindahan ajaran Islam oleh ulah tangan segelintir orang Islam yang memiliki faham yang salah tentang ajaran Islam.
Wallohu a’lam bish shawab

Haris Amir Falah

#muslimsejati.
#muslimcintadamai.

SHARE
Previous articleMENGHADIRKAN KEMBALI KERUKUNAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here