Orientasi Keaswajaan, Bentengi Mahasiswa Unwahas dari Paham Radikalisme

0
25

Orientasi Keaswajaan, Bentengi Mahasiswa Unwahas dari Paham Radikalisme

Orientasi keaswajaaan mahasiswa baru Unwahas
Abdul Muiz, NU Online | Jumat, 07 September 2018 10:30
Semarang, NU Online
Dalam rangka membentengi mahasiswa baru dari paham radikalisme, Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang menggelar Orientasi Keaswajaan Bagi Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2018/2019 yang berlangsung di kampus setempat, Selasa-Ahad (4-9/9).
Orientasi Keaswajaan yang bertajuk Meneguhkan Peran Unwahas dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara Berlandaskan Paham Aswaja An- Nahdliyah ini sudah dilaksanakan untuk kedua kali diikuti seluruh mahasiswa baru berjumlah 2061 dan dibagi menjadi 6 kelas.
Adapun materi yang disampaikan di antaranya pengertian dan sejarah aswaja, prinsip-prinsip aswaja NU, NU NKRI dan tantangan kontemporer, tradisi amaliyah NU dan dalilnya, serta Aswaja dalam berbagai bidang keilmuan. Sedangkan pembicara dari Rektor, Wakil Rektor 1, 2, 3 dan para dosen Unwahas.
Wakil Rektor 3, H Andi Purwono mengatakan Orientasi Keaswajaan dilatarbelakangi semakin berkembangnya berbagai macam aliran atau kelompok radikal. “Juga sebagai wahana untuk memperkenalkan seperti apa aswaja NU yang menjadi dasar ideologi Unwahas,” kata Andi.
kepada NU Online Andi menjelaskan, selain bertujuan untuk memperkenalkan paham aswaja kepada mahasiswa baru juga memberikan pemahaman tentang aswaja sehingga mahasiswa terbentengi dari gerakan paham lain terlebih paham radikalisme.
Andi Purwono saat mengisi materi Prinsip-prinsip Aswaja NU kepada mahasiswa baru mengemukakan bahwa perbedaan merupakan sunatullah. Perbedaan lanjut dia bukan menjadi sumbu untuk menyulut perselisihan apalagi pertengkaran karena itu pasti kerugian yang didapat.
“Untuk itu dibutuhkan cara atau sikap agar dapat menerima berbagai bentuk perbedaan sehingga kedamaian dapat tercipta,” tandas Andi.
Dijelaskan, salah satu prinsip yang dipegang teguh NU yakni tawasuth, toleran, atau moderat. Dia berharap dengan orientasi tersebut mahasiswa Unwahas menjadi tahu dan paham apa itu aswaja, NU ataupun prinsip serta kiprah NU di Indonesia bahkan di dunia.
Irvan, mahasiswa baru dari Fakultas Pertanian menyatakan bahwa kegiatan tersebut sangat bermanfaat,  karena memberikan gambaran seperti apa kampus Unwahas.
“Kampus Unwahas merupakan kampus yang didirikan oleh Ulama dan kiai NU sehingga nilai-nilai amaliyah NU menjadi napas dan terkristalisasi pada semua mahasiswa Unwahas,” pungkasnya. (Syaiful Mustaqim/Muiz).
Sumber ://www.nu.or.id/post/read/95365/orientasi-keaswajaan-bentengi-mahasiswa-unwahas-dari-paham-radikalisme-

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here