Pemerintah Harus Tindak Tegas Organisasi Anti Pancasila dan NKRI

0
285

Pringsewu, NU Online
Keberagaman yang dimiliki bangsa Indonesia adalah Sunnatullah. Keberagaman dan perbedaan antarelemen bangsa ini sepakat hidup berdampingan dalam suatu negara kesatuan. Terwujudnya NKRI adalah buah perjuangan ikhlas para pahlawan dan ulama pendahulu kita.
Demikian dikatakan salah seorang pengurus PBNU Kiai Ahmad Ishomuddin yang akrab dipanggil Gus Ishom ketika ditemui NU Online saat kujungan silaturahmi di tanah kelahirannya, Pringsewu Lampung, Rabu (4/4).
Ia menegaskan bahwa NKRI berdiri tegak bertujuan untuk menjadi wadah besar bersama masyarakat Indonesia yang majemuk baik dari suku, agama, bahasa, dan budaya. Dan ini lanjutnya, menjadi kewajiban semua elemen bangsa untuk mempertahankan dan memperkuat keutuhan NKRI.
Kedamaian dalam kebergaman ini harus terus dipertahankan dan ketika ada langkah serta upaya munculnya gerakan-gerakan yang mengancam keutuhan NKRI, wajib untuk diwaspadai dan ditangkal oleh seluruh elemen bangsa. Hal ini menurutnya, akan menimbulkan kerusakan atau mafsadah yang besar menuju perpecahan umat dan bangsa.
Salah satu gerakan yang menurutnya sudah mengarah kepada benih-benih perpecahan NKRI adalah organisasi yang getol menggaungkan sistem khilafah. Nahdlatul Ulama dari tingkat pusat hingga ranting dan juga Banom (Badan Otonom) NU wajib mewaspadai paham khilafah yang makin hari makin gencar digaungkan dengan berbagai cara oleh ormas itu.
“Saya mendukung upaya GP Ansor yang berkoordinasi dengan pihak kepolisian dalam menghadang kegiatan mereka yang jelas-jelas mengkampanyekan khilafah dan anti-Pancasila seperti yang terjadi di Semarang, Surabaya dan Tulungagung,” tegas Gus Ishom.
Gus Ishom juga mengingatkan bahwa bahwa empat pilar yang saat ini sering disosialisasikan oleh MPR yaitu NKRI, Pancasila UUD 1945 dan Bhinneka Tunggal Ika adalah alat pemersatu bangsa yang telah terbukti menyatukan keberagaman bangsa Indonesia.
“Alhamdulillah, kita hidup dan tinggal di Indonesia dengan aman dan dapat menjalankan ibadah sesuai keyakinan masing-masing, kita berbeda dengan negara Timur Tengah atau beberapa negara Arab yang terus dilanda konflik. Jangan jadi bangsa watak pasir, sulit disatukan karena tidak ada semen yang menyatukan. Kita bersyukur ada semen yang menyatukan kita yaitu Bhinneka Tunggal Ika,” ucapnya.
Oleh karenanya Gus Ishom meminta Pemerintah Republik Indonesia untuk menindak tegas ormas ataupun oknum dan pergerakan apa pun yang mengkampanyekan anti-Pancasila dan anti-Negara Kesatuan Republik Indonesia. (Muhammad Faizin/Abdullah Alawi)
Pemerintah Harus Tindak Tegas Organisasi Anti Pancasila dan NKRI
Pringsewu, NU Online
Keberagaman yang dimiliki bangsa Indonesia adalah Sunnatullah. Keberagaman dan perbedaan antarelemen bangsa ini sepakat hidup berdampingan dalam suatu negara kesatuan. Terwujudnya NKRI adalah buah perjuangan ikhlas para pahlawan dan ulama pendahulu kita.
Demikian dikatakan salah seorang pengurus PBNU Kiai Ahmad Ishomuddin yang akrab dipanggil Gus Ishom ketika ditemui NU Online saat kujungan silaturahmi di tanah kelahirannya, Pringsewu Lampung, Rabu (4/4).
Ia menegaskan bahwa NKRI berdiri tegak bertujuan untuk menjadi wadah besar bersama masyarakat Indonesia yang majemuk baik dari suku, agama, bahasa, dan budaya. Dan ini lanjutnya, menjadi kewajiban semua elemen bangsa untuk mempertahankan dan memperkuat keutuhan NKRI.
Kedamaian dalam kebergaman ini harus terus dipertahankan dan ketika ada langkah serta upaya munculnya gerakan-gerakan yang mengancam keutuhan NKRI, wajib untuk diwaspadai dan ditangkal oleh seluruh elemen bangsa. Hal ini menurutnya, akan menimbulkan kerusakan atau mafsadah yang besar menuju perpecahan umat dan bangsa.
Salah satu gerakan yang menurutnya sudah mengarah kepada benih-benih perpecahan NKRI adalah organisasi yang getol menggaungkan sistem khilafah. Nahdlatul Ulama dari tingkat pusat hingga ranting dan juga Banom (Badan Otonom) NU wajib mewaspadai paham khilafah yang makin hari makin gencar digaungkan dengan berbagai cara oleh ormas itu.
“Saya mendukung upaya GP Ansor yang berkoordinasi dengan pihak kepolisian dalam menghadang kegiatan mereka yang jelas-jelas mengkampanyekan khilafah dan anti-Pancasila seperti yang terjadi di Semarang, Surabaya dan Tulungagung,” tegas Gus Ishom.
Gus Ishom juga mengingatkan bahwa bahwa empat pilar yang saat ini sering disosialisasikan oleh MPR yaitu NKRI, Pancasila UUD 1945 dan Bhinneka Tunggal Ika adalah alat pemersatu bangsa yang telah terbukti menyatukan keberagaman bangsa Indonesia.
“Alhamdulillah, kita hidup dan tinggal di Indonesia dengan aman dan dapat menjalankan ibadah sesuai keyakinan masing-masing, kita berbeda dengan negara Timur Tengah atau beberapa negara Arab yang terus dilanda konflik. Jangan jadi bangsa watak pasir, sulit disatukan karena tidak ada semen yang menyatukan. Kita bersyukur ada semen yang menyatukan kita yaitu Bhinneka Tunggal Ika,” ucapnya.
Oleh karenanya Gus Ishom meminta Pemerintah Republik Indonesia untuk menindak tegas ormas ataupun oknum dan pergerakan apa pun yang mengkampanyekan anti-Pancasila dan anti-Negara Kesatuan Republik Indonesia. (Muhammad Faizin/Abdullah Alawi)

LEAVE A REPLY