SAMBUT NUZULUL QUR’AN PONDOK PESANTREN SOLO LESTARIKAN TRADISI UNIK TADARUS DI ALAM TERBUKA

0
2642

Solo – mediamuslim.net – Santri Pondok  usai sholat tarawih berjama’ah di Pesantren Baitul Musthofa, Solo, bergegas menuju tanah lapang di seberang masjid. Alquran tak lupa mereka bawa sambil berlari.

Tiba di lapangan, mereka duduk bersila di belakang meja yang di terangi lampu sentir atau teplok pakai minyak tanah dan mulailah  membuka kitab suci. Lantunan ayat-ayat suci yang diucapkan ustaz, memimpin para santri untuk mulai bertadarus.

Sinar bulan di malam 17 Ramadan ini, Minggu (11/6/2017), tampak temaram. Namun remang-remang nyala senthir (lampu minyak) dan obor cukup membantu mereka membaca dalam kegelapan.

Setiap malam peringatan turunnya ayat Alquran yang pertama, Nuzulul Quran, pondok pesantren yang berada di Mojosongo, Jebres, Solo itu selalu menggelar tadarusan. Tadarus dilakukan para santri di alam terbuka.

“Ketika kita di alam terbuka itu akan terasa kecil sekali bila dibandingkan alam semesta. Kita akan merasa butuh Allah, butuh pertolongan Allah. Sehingga dengan membaca Alquran ini semoga mendapat petunjuk,” kata Ketua Yayasan Baitul Musthofa, Singgih Subiarso.

Tradisi tersebut telah berjalan sejak lima tahun yang lalu. Kegiatan itu juga mengingatkan ketika pondok pesantren mulai didirikan pada 2005. Saat itu belum ada perkampungan di lokasi tersebut, melainkan hutan.

Singgih menuturkan, para ustaz di pondok pesantren tersebut selalu mengajarkan Islam kepada santri dengan pendekatan budaya. Wali Songo, terutama Sunan Kalijaga menjadi panutan dalam menyiarkan ajaran Nabi Muhammad.

Melalui pendekatan budaya, diharapkan para santri mampu menerapkan Islam tanpa melepaskan budaya lokal.

“Kondisi Republik saat ini memprihatinkan. Mudah-mudahan dengan anak-anak yang berkegiatan seperti ini, nantinya lebih bisa bersosialisasi. Semoga bisa saling menghormati di Republik ini, dengan keanekaragamannya, sehingga bisa menjaga persatuan,” tutupnya.

LEAVE A REPLY